Kamis, 08 Mei 2014

Langkah melakukan troubleshooting pada PC :

  • Menutup Semua Program yang sedang berjalan, terkadang ditemukan masalah aneh pada windows dan bisa diperbaiki dengan menutup semua program dan kemudian menjalankannya lagi, hal ini sering terjadi apabila masalah disebabkan rendahnya resource sistem seperti kekurangan memory. 
  • Melakukan Log Off pada Windows, Jika anda melakukan Log Off pada windows, RAM akan dibersihkan sehingga windows mendapatkan status yang lebih bersih dibandingkan anda hanya menutup semua program.
  • Melakukan Reboot (restart) pada system, ada beberapa masalah file sistem dan perangkat tetap loading pada saat anda melakukan log off pada system. Hal ini dapat di atasi dengan melakukan reboot pada windows. Maka windows akan me-load ulang kembali dan sering kali dapat mengatasi troubleshooting pada windows
  • Matikan komputer dan menyalakan kembali, Bila terjadi masalah pada hardware kita dapat melakukan dengan mematikan komputer dengan jeda waktu 30 sampai 1 menit, dipastikan semua perangkat dalam keadaan mati dan kemudian kita dapat menghidupkannya kembali.
  • Memeriksa koneksi, tombol, dan yang lainnya. Sering kali kita lalai dalam memeriksa masalah pada hardware dengan masalah yang sangat sederhana, seperti : perangkat belum terhubung dengan listrik, kabel belum terpasang atau longgar, dan perangkat belum terpasang dengan benar.
  • Menggunakan Help and Support Center
    Microsoft telah mengembangkan sistem Help pada Windows, Anda dapat membaca dan mencari seputar informasi di Help and Support dengan cara klik Start Menu, Help and Support. Ada beberapa artikel yang dapat membantu anda dalam mengatasi masalah troubleshooting pada hardware, email, jaringan dan yang lainnya

Kamis, 01 Mei 2014

Langkah- langkah Merawat Peralatan Multimedia




Dalam peralatan multimedia perlu lah kita untuk tetap selalu merawat agar kita dapat terus menggunakan peralatan tertentu dan dalam kebutuhan tertentu. Namun pada dasarnya merawat itu mebutuhkan proses yang begitu rumit dan bertahap. Berikut saya akan menjelaskan beberapa langkah untuk meraat peralatan multimedia

  1. Notebook

  • Membersihkan “Keyboard” : Keyboard laptop gampang sekali kotor, entah karena jari tangan yang berminyak, abu rokok, remah-remah roti, atau debu. Ambil kuas dan sapukan ke sela-sela tombol untuk mengeluarkan kotoran, atau gunakan vacuum cleaner portabel untuk menyedot debu yang ada. Bersihkan permukaan tombol keyboard dengan kain yang dibasahi cairan pembersih kaca. Gunakan proteksi pelindung keyboard untuk mencegah kotoran.
  • Mengelap Layar : Jangan sembarangan menggunakan cairan pembersih pada layar, pakailah pembersih kaca. Semprotkan pada kain halus atau katun, lalu poles layar monitor. Jangan menyemprotkan langsung pada layar, karena bisa menyebabkan pemukaan LCD (Liquid Crystal Display) menjadi belang. Bersihkan secara searah, misalnya dari atas ke bawah atau dari kiri ke kanan, serta jangan menekannya terlalu keras.
  • Hindari Panas Matahari : Jangan meninggalkan notebook Sobat di dalam mobil yang diparkir di bawah sinar matahari. Panas yang berlebihan di dalam mobil bisa menyebabkan kerusakan komponen-komponen notebook.
  • Menghindari Goresan : Amankan benda-benda tajam dari sekitar notebook Sobat. Taruh lapisan pelindung di atas keyboard sebelum Sobat  menutup case, agar layar tak tergores. Apabila Sobat  hendak berpergian, masukkan notebook pada wadah/tas yang telah tersedia.
  • Case Cemerlang : Tangan yang kotor dan berminyak juga menjadi penyebab case tidak lagi mengilat. Pakai deterjen nonzat alkalin dicampur air untuk membersihkannya. Bisa pula dengan pembersih multiguna untuk peranti elektronik, yang biasanya berupa busa. Semprotkan pada kain lap lembut, lalu gosok secara perlahan permukaan case.
  • Menyimpan notebook : Bila Sobat akan menyimpan notebook dalam waktu lama, sebaiknya lepaskan baterai dan simpan dalam tempat yang sejuk dan kering, serta bersirkulasi udara cukup baik. Taruh silikon gel untuk menghindari jamur. Begitu ingin menggunakannya kembali, setrum baterai dengan cara mengisi dan mengosongkan sepenuhnya sebanyak tiga kali berturut-turut. 
  • Hindari Medan Magnet: (naah Sobat Zs yg ini perlu dibaca looch…,)Untuk melindungi data yang ada di dalam hard disk, jangan letakkan peranti yang mengandung medan magnet/elektromagnet kuat di sekitar notebook. Piranti-piranti penghasil medan magnet, misalnya, spiker yang tidak berpelindung (unshielded speaker system) atau telepon selular. Sekiranya Anda ingin mengakses Internet menggunakan fasilitas infrared pada ponsel, letakkan ponsel dalam jarak sekitar 15 cm dari notebook.

    2. Kamera Video

    Merawat kamera video dilakukan dengan enam langkah berikut ini :
    • Jangan tingalkan kaset di dalam camcorder Anda saat tidak digunakan. Kaset bisa menyebabkan gesekan dan hal ini bisa mengakibatkan masalah pada proses merekam dan memutar 
    • Usahakan Memasukkan kaset video dalam kondisi benar-benar dingin. Pelembab dari udara yang hangat dapat membuat kaset menempel pada bagian drum sehingga merusak kaset dan dapat merusak video head.
    •  Jangan meninggalkan baterai di dalam camcorder saat tidak digunakan. Beberapa camera menarik energi baterai dalam jumlah kecil, namun konstan sehinga dapat menghabiskan baterai.
    • Jangan meninggalkan kaset camcorder di dalam mobil yang terkena udara panas. 
    • Jangan menaruh label pada kaset camcorder dimana label ini kemungkinan berlawanan dengan pembuka pintu kaset. Hal ini dapat menyebabkan kaset menyangkut di dalam kamera
    Rawat handycam/kamera video sobat dengan menyerahkannya pada teknisi untuk membersihkan tape head saat kotor.

    3. Kamera


     

    Kamera merupakan peralatan fotografi kedua yang terpenting, disinilah tempat sensor kamera yang sangat sensitif.

    Berikut beberapa langkah merawat kamera digital:

    • Merawat bagian luar kamera/ casing merupakan bagian yang biasa dilakukan terlebih dahulu. Hal ini dilakukan untuk mengurangi kemungkinan masuknya kotoran ketika akan membersihkan bagian dalamnya. Debu dari luar akan mudah masuk kedalam, apalagi kalau kita sering berganti-ganti lensa.
      • Bersihkan bagian luar kamera dengan blower terlebih dahulu, untuk beberapa debu yang masih menempel dapat dipergunakan brush.
      • Selanjutnya pergunakan lens cloth atau dry cloth yang lembut untuk membersihkan beberapa bagian khusus kamera seperti LCD panel, viewfinder, dan flash hotshoe.
    • Setelah langkah diatas, dilanjutkan dengan merawat bagian dalam kamera. Bagian dalam kamera merupakan letak sensor kamera.
      • Sebelum membersihkan bagian dalam kamera, pastikan bahwa perawatan ini dilakukan pada ruang yang bersih dengan penerangan yang cukup. Sebaiknya anda juga dalam kondisi yang bersih.
      • Langkah pertama yaitu membersihkan mirror dengan blower atau blower brush. Kamera dipegang menghadap kebawah dan blower dipompa keatas, tujuannya agar partikel debu yang tertiup dapat turun kebawah mengikuti gravitasi.
      • Selanjutnya membersihkan sensor. Untuk dapat melakukannya maka mirror harus di lock up terlebih dahulu. Pada beberapa kamera fitur ini disediakan dengan memilihnya dari menu kamera. Yakinkan baterai dalam kondisi cukup penuh ketika akan melakukan mirror lock up. Dimulai dengan menekan shutter release, maka mirror akan terangkat dan shutter terbuka., Dengan kamera yang dipegang menghadap kebawah (sensor menghadap kebawah), pompa blower (blower tanpa brush) beberapa kali untuk meniup partikel debu yang mungkin menempel di sensor. Setelah selesai, matikan kamera untuk menyudahi fungsi mirror lock up.
      • Jika sensor sangat kotor, anda dapat membersihkannya dengan cleaning kits yang memiliki swab sensor khusus. Dengan alat ini, kita membersihkan sensor secara fisik dengan melakukan swab/ smear pada kotoran yang menempel di sensor. Tindakan ini harus dilakukan dengan lembut dan hati-hati, jika tidak yakin sebaiknya serahkan kegiatan membersihkan sensor pada mereka yang profesional.1. Merawat lensa.

        4. Lensa

      • Lensa merupakan jendela bagi mata untuk melihat dunia luar. Lensa merupakan elemen terpenting untuk dapat menghasilkan gambar yang baik. Beberapa langkah perawatan lensa adalah sebagai berikut:

        a. Jangan menyentuh lensa secara langsung dengan jari. Untuk mengurangi kemungkinan ini terjadi, usahakan lens hood selalu terpasang. Lens hood juga akan melindungi bagian depan lensa dari benturan sekaligus mencegah munculnya flare pada cahaya frontal menuju lensa.

        b. Pasang lens cap ketika lensa sedang tidak dipergunakan, hal ini bertujuan mengurangi kemungkinan terpapar dan menempelnya debu pada permukaan lensa.

        c. Jika kegiatan membersihkan lensa diperlukan, maka mempergunakan peralatan pembersih yang baik sangat dianjurkan. Selalu pergunakan lens brush, lens blower , lens paper dan lens cloth yang baik.
      • Berikut beberapa langkah membersihkan lensa:
        > Bersihkan bagian depan dan belakang lensa dengan lens blower terlebih dahulu. Tujuannya untuk menghilangkan partikel debu yang menempel. Jangan langsung membersihkan lensa dengan lens cloth atau lens paper sebab partikel debu yang ikut tergosok akan menyebabkan permukaan coating lensa akan tergores. Hal ini dapat berakibat munculnya gangguan permanen pada hasil foto.

        > Beberapa partikel debu yang masih tetap menempel dapat juga dihilangkan dengan bantuan lens brush.

        > Selanjutnya usap lensa secara lembut dan perlahan dengan lens cloth/ lens paper kering dengan gerakan memutar dari bagian dalam lensa menuju keluar.

        > Jika dibutuhkan, cairan pembersih lensa/ lens cleaning fluid khusus dapat dipergunakan untuk membersihkan kotoran-kotoran lensa yang agak membandel. Jangan meneteskannya langsung pada lensa, teteskan pada lens paper terlebih dahulu, lalu usap perlahan pada bagian lensa.

Sabtu, 26 April 2014

Menerapkan Konsep Lingkungan Hidup


Istilah – istilah ini sering disebutkan dalam upaya melestarikan lingkungan hidup. Untuk dapat diterapkan, berikut ini dijelaskan tentang konsep 5 R :

1. Recycle (Mendaur Ulang)
Recycle atau mendaul ulang adalah kegiatan mengolah kembali atau mendaur ulang. Pada perinsipnya, kegitan ini memanfaatkan barang bekas dengan cara mengolah materinya untuk dapat digunakan lebih lanjut. Contohnya adalah memanfaatkan dan mengolah sampah organik untuk dijadikan pupuk kompos.

2. Reuse (Menggunakan kembali)
Reuse atau penggunaan kembali adalah kegiatan menggunakan kembali material atau bahan yang masih layak pakai. Sebagai contoh, kantong plastik atau kantng kertas yang umumnya didapa dari hasil kita berbelanja, sebaiknya tidak dibuang tetapi dikumpulkan untuk digunakan kembali saat dibutuhkan. Contoh lain ialah menggunakan baterai isi ulang.

3. Reduce (Mengurangi)
Reduce atau Pengurangan adalah kegiatan mengurangi pemakaian atau pola perilaku yang dapat menguarangi produksi sampah serta tidak melakukan pola konsumsi yang berlebihan. Contoh menggunakan alat-alat makan atau dapur yang tahan lama dan berkualitas sehingga memperpanjang masa pakai produk atau mengisi ulang atau refill produk yang dipakai seperti aqua galon, tinta printer serta bahan rumah tangga seperti deterjen, sabun, minyak goreng dan lainnya. Hal ini dilakukan untuk mengurangi potensi bertumpuknay sampah wadah produk di rumah Anda.

4. Replace (Menggunakan kembali)
Replace atau Penggantian adalah kegiatan untuk mengganti pemakaian suatu barang atau memakai barang alernatif yang sifatnya lebih ramah lingkungan dan dapat digunakan kembali. Upaya ini dinilai dapat mengubah kebiasaan seseorang yang mempercepat produksi sampah. Contohnya mengubah menggunakan kontong plastik atau kertas belanjaan dengan membawa tas belanja sendiri yang terbuat dari kain.

5. Replant (Menanam Kembali)
Replant atau penamanan kembali adalah kegiatan melakukan penanaman kembali. Contohna melakukan kegiatan kreatif seperti membuat pupuk kompos dan berkebun di pekarangan rumah. Dengan menanam beberapa pohon, lingkungan akanmenjadi indah dan asri, membantu pengauran suhu pada tingkat lingkungan mikro (atau sekitar rumah anda sendiri), dan mengurnagi kontribusi atas pemanasan global.
Dengan menerapkan konsep 5 R yang telah dibahas, kita dapat ikut serta dalam melestarikan dan memlihara lingkungan agar tidak rusak atau tercemar.

Melaksanakan Prosedur K3



*      Prosedur Kesehatan

-          Prosedur kesehatan yang sering di terapkan di perusahaan untuk menjaga kesehatan pekerjanya adalah dengan memberi batasan- batasan atau ketentuan serta memberikan pekerjanya jaminan kesehatan.

-          Prosedur yang sering di yerpkan antara lain :
1.      Pengaturan system jam kerja
2.      Pemberian nutrisi dam gizi
3.      Pemeriksaan fisik, mental, dan kesehatan
4.      Pemeriksaan kesehatan secara teratur dan berkelanjutan/ rutinitas

*      Prosedur Keselamatan

-          Prosedur Keselamatan kerja dapat dilihat dari perncanaan kerja, cara penggunaan alat- a;at yang berada dalam lingkup pekerjanya/ bidang pekerjaannya dengan hati- hati. Penerapan tata kerja seperti banyak membaca pedoman penggunaan alat- alat sebelum pengoperasian dan pelatihan penunjang penggunaan alat- alat kerja (mesin pabrik, dll) serta melihat dari rambu- rambu peringatan keselamatan yang sering dijumpai di berbagai tempat/pun pada mesin tersebut.

-          Contoh Prosedur Keselamatan yang harus perhatikan dalam merakit computer :
1.      Area lingkungan kerja yang ideal seperti system pencahayaan yang cukup luas, tempat kerja yang memiliki sirkulasi udara yang baik
2.      Tempat yang bebas dari kebocoran air hujan, bebas dari jangkauan anak- anak dan meja perakitan yang sesuai
3.      Alat- alat pendukung kerja seperti meja yang sesuai kebutuhan, alat- alat kerja seperti : multitester, obeng (+) dan (-), tespen (untuk mengetes apakah ada arus listrik pada sumber listrik), gelang statis (untuk menghindari sengatan arus listrik rendah menggunakan alas kaki seatu/ sandal karet)
4.      Hindari dari sentuhan langsung dan perangkat elektronika seperti : motherboard, dan casing bagian dalam serta connector yang mengandung listrik cara menghindarinya dengan memgang bagian yang terbuat dari plastic/ logam yang terlapis alat anti sengatan listrik

Keselamtan Kesehatan Kerja (K3)

Pelajaran K3 ini memokuskan ke segi keselamatan dan kesehatan kerja, terutama dalam dunia kerja, masyarakat dan dunia pendidikan yeng keterkaitannya degan bidang studi komputer. Definisi dari kutipan ILO/ WHO bahwa K3 berguna untuk meningkatkan tingkatan tertinggi untuk semua pekerjaan baik secara fisik, mental dan kesejahteraan social di segala bidang pekerjaan, mencegah terjadinya perubahan kesehatan pekerja sebab akibat dari pekerjaan, menjaga/ melinduni pihak pekerja pada pekerjaan dari bahaya yang timbul dari factor resiko yeng menimbulkan gangguan kesehatan. Penempatan dan memelihara pekerja di daerah/ tempat kerja semestinya harus melihat kondisi fisiologis dan psikologis pekerja untuk mendapatkan keserasian antara pekerjaan dan pekerjanya dan setiap individu sesorang dengan tugasnya.

ü  Keselamatan kerja meliputi lingkungan  kerja/ tempat seperti : di darat, dalam tanah, permukaan air, dalam air, serta di udara, dan berada di kawasan wilayah kekuasaan hokum RI. Hal ini terkandung pada peraturan perundangan No. 1 tahun1970

1.      Definisi keselamatan kerja : adalah suatu kondisi yang mencerminkan keamanan, ketentraman dan tidak terjadinya sesuatu yang merugikan atau kehilangan baik dari segi material maupun spiritual.
2.      Tujuan dari keselamatan kerja ialah untuk memperkecil dan menghindari dari kecelakaan kerja.
3.      Norma- norma keselamatan kerja :
a.       Penggunaan media seperti : mesin, perlengkapan kerja, bahan, lingkungan
b.      Norma kerja yang mencakup aturan kerja seperti jam kerja, istirahat, system penggajian, cuti, dll

ü  Kesehatan kerja

1.      Definisi Kesehatan kerja
a.       Kesehtan kondisi seseorang
b.      Kesehatan kerja adalah kondisi dimana sesorang dapat melakukan pekerjaan secara baik dan sempurna sehingga menghasilkan input ataupun output yang terbaik bagi perusahaan tersebut.
2.      Kesehatan yang harus dimiliki oleh seorang pekerja :
a.       Kesehatan rohani (jiwa/ keimanan, religi, kondisi hati)
b.      Kesehatan jasmani (fisik/ tubuh)
c.       Kesehatan lingkungan (keadaan sekitar kita)

ü  Keselamtan dan Kesehatan kerja berhak dimiliki oleh pekerja adalah jaminan perlindungan, antara lain :

a.       Jaminan atas norma keselamatan kerja agar tambah terhindar dari kecelakaan jika berada di tenpat kerja
b.      Jaminan norma kesehatan kerja
c.       Jaminan rehabilitasi dari perawatan/ ganti rugi

ü  Prinsip- prinsip Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Diatur dalam UUD No. 23 tahun 1992 tentang Kesehatan bab 1 pasal 1 serta perundang- undangan tenaga kerja yang diatur oleh pemerintahan maupun aturan perundang- undangan yang diatur perusahaan.
Contoh : Bab V Pasal 23 tentang Kesehatan Industri inilah sebagai acuan dan prinsip bagi semua pekerja untuk melakukan kegiatan pekerjanya.

a.       Dasar- dasar peraturan yang melindungi Tenaga Kerja antara lain :
-          UU No. 14 Pasal 10 tahun 1969 tentang Pembinaan norma bidang ketenagakerjaan
-          UU No. 1 Pasal 12 tahun 1970 tentang Keselamatan kerja
-          UU No. 23 tahun 1992 tentang Kesehatan
-          UU No. 13 Pasal 86 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan
-          Konvensi ILO tahun 19681 C 155 tentang Keselamatan dan Kesehatan.
b.      Kecelakaan kerja, adalah suatu kejadian dan terjadinya pun tidak diduga sebelumnya serta dapat menimbulkan korban jiwamanusia/ harta bend. Dalam Menteri Tenaga Kerja yang mengatur tentang Tata Cara Pelaporan dan Pemeriksaan, Kecelakaan diatur dalam nomor 03/MEN/1998.