Jumat, 31 Mei 2013

antara rapuh dan luka

Saat aku melihat mentari begitu yakin menyinari bumi
tapi mengapa aku tak yakin akan semua ini
Saat jingga mewarnai langit menjadi indah
tapi semua ini tak mungkin indah selamanya
Saat ombak berayun yang membawa kesunyian
tapi aku tak mau semua dalam kesunyian
Dan saat air tak mampu tertahan di awan
maka hujan akan turun
Dikala aku tak mampu menahan air mata dan menjatuhkannya
Itu bukan berarti aku ingin terlihat lemah olehmu
melainkan aku tak mampu lagi berpura- pura kuat
Begitu halnya dengan batu karang
yang jika kesekian kalinya terhantam ombak
Bukankah ia akan rapuh
menjadi serpihan- serpihan yang entah terlantarkan
Saat aku tau jatuh itu membuat luka dan membawa perih
tapi kenapa aku harus terjatuh untuk kesekian kalinya
Dan saat aku takut sakit
ternyata berkali- kali aku telah merasakannya



Tidak ada komentar:

Posting Komentar